26 Punyai susu? Argumen Tidak Ambil Gelas

26 Punyai susu? Argumen Tidak Ambil Gelas
Beberapa orang Amerika, terhitung beberapa vegetarian, masih konsumsi produk susu dengan jumlah besar, tapi berikut beberapa argumen kuat untuk hilangkan produk susu dari diet Anda. Susu sudah lama disanjung sebagai 'senjata' dalam perang menantang osteoporosis, tapi riset medis belakangan ini memperlihatkan jika susu sebetulnya dihubungkan dengan resiko tulang patah yang semakin tinggi, dan tidak ada dampak pelindungan kalsium susu pada tulang. Tingkatkan konsumsi sayur berdaun hijau dan kacang-kacangan, bersama dengan olahraga sudah bisa dibuktikan menolong perkuat tulang dan tingkatkan kepadatannya.

Produk susu sebagai sumber lemak dan cholesterol yang berarti pada makanan, yang bisa tingkatkan resiko penyakit kardiovaskular. Diet vegetarian rendah lemak yang hilangkan produk susu, dan olahraga dengan jumlah yang cukup, management depresi yang pas dan stop merokok bukan hanya akan menolong menahan penyakit jantung, tapi dapat membalikkannya.

Kanker ovarium, payudara, dan prostat sudah dihubungkan dengan konsumsi produk susu. Menurut sebuah study belakangan ini oleh Daniel Cramer, seorang dokter Harvard, saat jumlah produk susu yang terlalu berlebih dimakan dan enzim badan tidak bisa menyeimbangi perpecahan laktosa; itu bisa menimbun pada darah dan memengaruhi indung telur wanita. Study terkini yang lain memperlihatkan jika pria yang berkadar IGF-I (factor perkembangan serupa insulin) paling tinggi yang diketemukan dalam susu sapi, mereka beresiko 4x lipat terserang kanker prostat dibanding dengan pria yang mempunyai tingkat paling rendah. IGF-I.

Disamping itu, susu kemungkinan tidak sediakan sumber Vitamin D yang stabil dan bisa dihandalkan pada makanan. Ambil contoh susu sudah diketemukan berkadar Vitamin D yang tidak stabil, dan beberapa sudah diketemukan mempunyai sekitar 500 kali tingkat aman yang diperlihatkan. Kelebihan vitamin d pada darah menjadi toksin dan bisa menyebabkan tumpukan kalsium di jaringan lunak badan.
Protein susu, gula susu, lemak, dan lemak jemu dalam produk susu bisa memunculkan resiko kesehatan untuk anak-anak dan ke arah pada perubahan penyakit akut seperti kegemukan, diabetes, dan pembangunan karies pada mekanisme peredaran darah yang bisa mengakibatkan penyakit jantung.

Dengan memutuskan untuk konsumsi makanan yang padat gizi dan sehat dari beberapa bijian, buah-buahan, sayur, kacang-kacangan, dan makanan yang diperkaya terhitung sereal dan juice, Anda bisa menolong penuhi keperluan kalsium, potasium, riboflavin, dan vitamin D badan Anda secara mudah dan simpel, tanpa menambah resiko kesehatan dari konsumsi produk susu.
© shelbyies. All rights reserved. Distributed by Pixabin